Total Tayangan Halaman

Kamis, 03 Oktober 2013

BUDAYA KLAIM NO!!! NASIONALISME YES!!!





Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Ragam kebudayaan yang di miliki oleh Indonesia karena letak geografisnya yang berada di antara dua benua dan dua samudera. Banyaknya budaya yang di miliki Indonesia membuat tidak terurusnya budaya-budaya tersebut. Sehingga beberapa kali negara malaysia telah mengklaim kebudayaan yang bukan miliknya, misalnya naskah kuno dari Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan, rendang dari Sumatera Barat, lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku, alat musik gamelan dari Jawa, Tari Pendet dari Bali, alat musik Angklung, Kain Ulos, Tari piring dari Sumatera Barat, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur, Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur, Lagu Injit-Injit Semut dari Jambi, Lagu Kakak Tua dari Maluku, Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara, Motif Batik Parang dari YogyakartaMusik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat dan masih banyak lagi.  Hal tersebut seharusnya membuat pemerintah untuk rajin-rajin memberi hak paten pada setiap kebudayaan yang ada di indonesia agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
Malaysia merupakan negara yang serumpun dengan indonesia sehingga membuatnya sulit untuk mencari identitas negaranya sendiri karena tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan budaya asli indonesia. Faktanya dari 40 orang mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di indonesia mengungkapkan bahwa hanya sedikit dari mereka yang mengenal kebudayaannya. Sungguh ironis jika seorang warga negara tidak mengetahui identitas dari negaranya sendiri. Sebagai salah satu negara transit bagi turis-turis asing yang hendak mengunjungi indonesia terutama Bali, Malaysia berusaha untuk membuat para turis lebih lama berada dinegara mereka. Salah satu caranya dengan menyuguhkan pertunjukkan-pertunjukkan budaya yang membuat turis tertarik dan betah berlama-lama disana. Boleh saja menggunakan cara tersebut, akan tetapi jangan sampai mengklaim kebudayaan negara lain juga dong!! Kok kesannya gak kreatif banget sih??
Dalam segi pemerintahan, indonesia terlihat lebih fokus pada permasalahan inetrnasional ekonomi dan politik-politik  luar negeri. Sehingga membuat indonesia terlihat meremehkan masalah klaim budaya tersebut. Sikap indonesia yang selalu menggampangkan dan lebih memilih jalan damai untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan budaya inilah penyebab utamanya. Malaysia semakin meremehkan Indonesia karena tidak adanya sikap tegas dari pihak Indonesia.
Selain malaysia, ada beberapa negara lain yang mengklaim budaya indonesia seperti Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh oknumWN Belanda, Sambal Petai dan Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum Belanda, Kursi taman dengan ornamen ukir khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis, Tempe dari Jawa oleh beberapa perusahaan asing, Kopi Gayo dari Aceh oleh Perusahaan Multinasioanl (MNC) Belanda, Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh Perusahaan Jepang, Pigura dengan ornamen khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris dan masih banyak lagi.

Warga indonesia sendiri juga memiliki sikap nasionalisme yang kurang, sehingga membuat mudahnya negara lain mengklaim budaya indonesia. Sikap acuh tak acuh dengan kepemilikan budaya bangsa inilah yang masih dimiliki. Baru setelah adanya klaim dari negara lain, rakyat memunculkan rasa cinta pada tanah airnya dan memberi hak paten pada buudaya tersebut. Jika sikap seperti ini tetap dipelihara, mau berapa banyak lagi budaya yang akan di klaim negara lain? Sebenarnya memunculkan rasa nasionalisme berasal dari diri masing-masing individu. Selain dengan memberi hak paten pada setiap budaya, dengan merasa memiliki, merawat dan mencintai budaya indonesia, maka bisa meminimalizir kegiatan negara lain untuk mengklaim budaya kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar